Sumber : https://wayansupadno.com/2023/06/26/negeri-ini-kekurangan-pebisnis/
_Ilmu hikmah_
Wayan Supadno.
Sesulit apapun dan apapun alasannya. Sebuah negara harus memiliki pebisnis/pengusaha minimal 5% dari total jumlah penduduknya. Jika sebuah negara jumlah pebisnisnya kurang dari 5% bisa dipastikan banyak pengangguran dan pendapatan per kapitanya rendah.
Sebaliknya jika sebuah negara jumlah pebisnisnya lebih dari 5% maka akan tiada pengangguran bahkan akan mendatangkan tenaga asing ke negara tersebut yang berdampak pendapatan per kapita akan makin tinggi juga. APBN akan tinggi dan lebih sejahtera karena semua produktif.
Kalkulasi logisnya ;
1. Sebuah negara berpenduduk 300 juta jiwa. Jika pengusahanya 3% saja, setara 9 juta orang. Lalu mereka merekrut pengangguran 20 karyawan per pengusaha. Maka hanya menyerap 9 juta x 20 orang = 180 juta orang. Masih ada sisa 300 juta - 180 juta = 120 juta orang. Sebagian menganggur numpang hidup ke yang berkarya.
2. Sebuah negara berpenduduk 300 juta jiwa. Pengusahanya 6% setara 18 juta orang. Lalu mereka merekrut juga 20 orang pengangguran jadi pekerja, setara 18 juta pengusaha x 20 pekerja = 360 juta orang produktif berkarya. Sebagian kekurangan pekerja lalu mekanisasi dan impor tenaga kerja asing.
Negara berpenduduk 300 juta jiwa itu adalah Indonesia. Pada beberapa tahun mendatang karena saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah 273,5 juta (BPS). Padahal jumlah pengusaha Indonesia saat ini baru 3,41% saja (Kemenkop UKM). Artinya kurang 2% lagi, setara 5,5 juta pengusaha lagi.
Sesungguhnya, itulah yang melatar belakangi saya selama ini banyak membuat artikel, video singkat dan difilmkan kisah hidup saya hingga 2 judul oleh pemerintah, habis Rp 778 juta tahun 2015. Yang kesemuanya bernuansa ajakan, edukasi dan inspirasi hal kewirausahaan. Utamanya dunia agribisnis.
Ruang lingkup dan maksud tujuannya agar jumlah pengusaha/praktisi agro/petani peternak berkualitas nuansa inovatif agar makin banyak lagi. Karena " The Entrepreneur Multiplier Effects " nya banyak sekali. Sekali lagi, dampak imbas positif dari pengusaha sangat banyak.
Tapi jika kita sebagai anak bangsa Indonesia tidak berpikir serius, tidak berbincang produktif sepakat dan tidak konsisten mempraktikkan apa yang kita pikirkan maupun bicarakan. Maka rumus jumlah pengusaha harus minimal 5% dari jumlah penduduk, tidak pernah terpenuhi.
Dampak jumlah pengusaha Indonesia kurang dari 5% akan tetap seperti saat ini, jumlah pengangguran banyak 5,5% setara 15 juta orang (BPS) hingga meluber jadi tenaga kerja di luar negeri (TKI) saat ini legal maupun ilegal 9 juta jiwa (Kemenlu).
Bahkan dilaporkan meninggal di luar negeri sebagian besar karena perlakuan tidak manusiawi sebanyak 1.900 jenazah/tahunnya dipulangkan ke Indonesia (Mahfud MD). Ini berita sangat memprihatinkan kita semua. Harus kita sadari bersama akibat kita kekurangan pengusaha/pebisnis/praktisi.
Apa solusinya ?
1. Masyarakat Indonesia harus mulai sadar hal itu. Tak ubahnya di negara tetangga Singapura, Malaysia dan Thailand. Mereka banyak pengusaha hingga kekurangan tenaga kerja lalu impor dari negara lain. Karena mereka sadar pentingnya mendidik dan melatih anak cucu agar berjiwa mandiri.
2. Pendidikan formal. Tidak lagi puas dengan konsep ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi. Hanya diketahui, dipahami dan dihafal saja. Harus dipraktikkan hingga skill berintuisi, berpikir dan bertindak harian nuansa entrepreneur inovatif. Karena sangat sulit melahirkan pengusaha.
3. Iklim usaha. Ini mutlak kewajiban negara atau pemerintah. Semua negara berlomba keras agar kemudahan usaha terus dipacu. Sarana berusaha dipermudah misal perizinan, infrastruktur, permodalan, akses pasar, inovasi membumi dan lainnya. Tidak bisa lagi hanya berharap pajak jumlah banyak dari pengusaha saja, tanpa dukungan kemudahan berusaha.
Pengusaha adalah simpul masyarakat penggerak ekonomi. Tokoh masyarakat ekonomi riil. Pemimpin non formal.
Begawan Manajemen Kelas Dunia, Thomas J. Petters dari Maryland Amerika Serikat, dalam bukunya mengatakan ;
" Pemimpin sesungguhnya bukan menciptakan banyak pengikutnya, melainkan menciptakan banyak calon pemimpin berikutnya. "
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630
