MAJALAHCEO.COM, BANDUNG,-Tim dari Staf Potensi Dirgantara (Spotdirga) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bela Negara kepada warga binaan Lanud Husein Sastranegara, bertempat di Gedung Serbaguna Graha Antariksa, Lanud Husein Sastranegara, Selasa (1/7/2023).
Kegiatan sosialisasi bela negara ini dalam bentuk pelaksanaan penataran kesadaran bela negara kepada generasi muda yang berada di lingkungan binaan Lanud Husein Sastranegara seperti para perwakilan dari pembina pramuka Saka Dirgantara, mahasiswa Nurtanio Bandung, siswa SMA Angkasa, Karang Taruna Kecamatan Cicendo dan beberapa perwakilan dari berbagai unsur pemuda dan komponen bangsa lainnya di wilayah Lanud Husein Sastranegara.
Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Ardi Syahri, S.T., M.M., dalam sambutannya yang diwakili oleh Kadisops Lekol Lek Anggoro Budy Mulya, S.S.T., M.I.,menyampaikan bahwa kegiatan bela negara dengan komponen masyarakat yang dilaksanakan saat ini adalah bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan, guna membangun komunikasi dialogis, sehingga dapat memperoleh kesamaan pandangan dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi.
Selain itu kegiatan ini dapat digunakan sebagai forum silaturahmi, sehingga memperkuat hubungan emosional antara TNI khususnya TNI Angkatan Udara dengan seluruh elemen bangsa. Selain itu juga dalam rangka memberikan pemahaman tentang perlunya pembangunan ketahanan wilayah untuk menghadapi ancaman nyata bangsa Indonesia.
“Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa”, ujar Danlanud.
Komandan Lanud Husein Sastranegara juga menyampaikan bahwa pada saat ini masih ada kecenderungan masyarakat yang menafsirkan bahwa bela negara diartikan sebagai militerisme dan menganggap itu merupakan domain TNI. Bela negara bukanlah domain TNI saja, tetapi merupakan tanggung jawab semua warga negara sebagai komponen bangsa.
“Maka dari itu perlu ada sosialiasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, sehingga diharapkan nantinya masyarakat mempunyai pemahaman yang sama bahwa bela negara bukanlah domain TNI saja tetapi merupakan hak dan kewajiban kita semua, seluruh warga negara Indonesia, seperti yang diatur dalam undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat 3 yang menyebutkan “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”, tegasnya.
Pada kesempatan itu juga Aspotdirga Kasau Marsda TNI Andi Wijaya S.Sos dalam sambutannya saat pembukaan sosialisasi yang dibacakan oleh Paban III/Tahwildirga Spotdirga Kolonel Pnb Ali Sudiby, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan penataran kesadaran bela negara ini, selain bermakna untuk menyiapkan komponen pendukung pertahanan negara juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas TNI dengan rakyat.
“Oleh karena itu dengan kegiatan ini kedepannya para generasi muda agar lebih mencintai tanah air dan bangsanya sehingga para generasi muda juga akan tumbuh jiwa nasionalismenya dan tetap waspada terhadap segala pengaruh lingkungan yang negatif dan dapat berperan aktif dalam membangun negara kesatuan Repubik Indonesia yang kita cintai ini” ujarnya.
Kegiatan penataran bela negara ini diisi dengan paparan dari beberapa narasumber diantaranya oleh Ibu Gini Windiasari, S.Kom., MM.
Analis Penyuluhan dan Layanan Informasi BNN Kota Bandung mengenai ancaman bahaya narkoba bagi keluarga dan generasi muda, kemudian dilanjut oleh Bapak Sigit Mahendra, SE.,MM.
Kakorwil Bdg Raya dan Agen Intelejen Ahli Madya Binda Jabar mengenai pengaruh radikalisme dan terorisme di lingkungan masyarakat dan diakhiri dengan sosialisasi materi bela negara (komponen cadangan) yang disampaikan oleh Letkol Pom Kukuh Danang.
#Yatiman ***


