Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

Jehuda Akobiarek, S.H, Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika Hadiri Rakornas Pemuda dan Olahraga di Jakarta

ADMIN MEDCOM DPP GAAS
0

  



Jakarta  - "Kami Provinsi Papua Tengah Kabupaten Timika merupakan salah satu daerah otonomi baru memang dari sisi anggaran belum maksimal seperti ini kami lakukan. Diharapkan kedepan mungkin setelah definitif Anggarannya mungkin bisa disiapkan.


Mungkin yang pertama terkait dengan perangkat Provinsinya mungkin dari menurun definitif tentu kepada kepala-kepala dinas dan sempat terhindar". Hal ini diungkapkan Jehuda Akobiarek, S.H, Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika kepada awak media usai Hadiri Rakornas Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2023.




Lanjutnya lagi dikatakan Jehuda, kemudian mungkin dengan itu akan membantu khususnya dikabupaten yang ada untuk timur untuk bisa bersinergis untuk sama-sama membangun bidang pemuda dan olahraga, ujarnya.


Untuk Papua Tengah kami kebetulan di Mimika kemarin menjadi  tuan rumah PON (Pekan Olahraga Nasional). Jadi ada sekitar 8 Gedung yang dibangun skala Nasional dan Internasional itu sudah. Tinggal bagaimana venue venue ini dihidupkan dengan ada event-event sehingga dengan sendirinya generasi muda disana bisa tersalurkan apa yang bisa sesuai dengan venue yang ada dikita karena memang standar Billiar sudah  standar Internasional mejanya, tuturnya.


"Kami di Papua Tengah Khususnya di Mimika kebetulan saya dari Mimika. Kami selama ini memang ada dukungan dari pejabat Freeport sendiri sebagai perusahaan publik.Kemudian ada perusahaan-perusahaan tetapi memang belum optimal. Freeport banyak mendukung program-program Pemerintah cuma belum maksimal karena itu tadi", ucap Jehuda.


"Kita tadinya di Papua kemudian berubah lagi keposisinya ke Papua Tengah karena masuk dalam wilayah Papua Tengah. Jadi ada pergeseran-pergeseran tapi diharapkan kedepan.  Memang benar itu atlet disana merana, itu jadi masalah yang serius juga bagi kami karena itu tadi persoalan anggaran yang bagaimana seorang Kepala daerah memiliki mainset memikirkan tentang memajukan olahraga itu sendiri", jelas Jehuda.


Ditambahkan Jehuda, ada lagi seperti contoh kami disana nomenklaturnya  Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga.Hal ini memang sangat rumit digabung sehingga saya beri contoh kalau yang duduk disitu backgroundnya Pariwisata pasti yang dipikirkan adalah  Pariwisata, tambahnya.


"Hal itu yang terjadi sehingga memang tadi ada masukan bahwa sebaiknya jadi satu dinas dari pusat sampai kedaerah dinas pemuda olahraga sehingga konsen kita lebih fokus kepada pemuda olahraga itu, ujarnya.


"Kalau untuk di Papua kata Jehuda, kami masih daerah baru artinya  di Papua daerah baru dan memang kami butuh banyak perhatian dari pemerintah pusat sendiri untuk bagaimana mengembangkan itu didaerah.


Memang itu masalah yang kami hadapi. Atlet setelah event PON setelah itu kembali atlit jadi tukang ojek itu yang terjadi tidak ada perhatian dari Pemerintah, terangnya.


"Kami berharap itu tadi mungkin masalah salah satu tadi Pemimpin kita ada istilah apresiasi bagi mereka dikasih pekerjaan mungkin sebagai fasilitas lainnya. Jadi atlet fokus pada olahraganya", tambah Jehuda. ( Frans Dol)


[10/9 11.19] Multi Media CEO Indonesia:



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
CEO INDONESIA NEWS