CEO GROUP | Kabupaten Bandung, 30 Mei 2026 – Satgas Citarum Harum Subsektor 5 Kecamatan Cileunyi terus melakukan upaya pengawasan dan pembinaan terhadap berbagai aktivitas usaha masyarakat guna memastikan pengelolaan lingkungan berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan pencemaran. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026) adalah pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik tahu yang berada di wilayah Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh personel Subsektor 5 sebagai bentuk kesiapan sebelum melaksanakan tugas di lapangan. Dengan kekuatan empat personel TNI dan dukungan masyarakat setempat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Setelah apel pagi, personel Satgas Citarum Harum melaksanakan pengecekan terhadap sistem pengelolaan limbah pabrik tahu yang berlokasi di RT 04 RW 13 Desa Cileunyi Wetan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin untuk memastikan limbah hasil produksi tidak mencemari lingkungan maupun aliran sungai yang bermuara ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa limbah cair hasil produksi tahu dialirkan melalui saluran yang kemudian dimanfaatkan untuk pengairan lahan persawahan milik keluarga. Kondisi air yang diperiksa terlihat bening dan tidak menimbulkan bau menyengat sehingga dinilai tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, limbah padat berupa ampas tahu dimanfaatkan oleh para peternak sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah tersebut dinilai sebagai langkah positif karena selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di bidang peternakan.
Selain melaksanakan pengecekan IPAL dan pengelolaan limbah industri rumah tangga, personel Subsektor 5 juga melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Cileunyi.
Dalam kesempatan tersebut, warga diajak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai, serta mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang dilaksanakan oleh Satgas Citarum Harum.
Dansubsektor 5 Cileunyi Sektor 2 Citarum Harum, Serka Widodo, mengatakan bahwa pengawasan terhadap industri rumah tangga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran yang dapat berdampak terhadap masyarakat maupun ekosistem sungai.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah pabrik tahu berjalan dengan baik dan tidak mencemari lingkungan. Dari hasil monitoring, limbah cair yang dihasilkan dalam kondisi baik dan dimanfaatkan untuk pengairan sawah, sedangkan ampas tahu dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ini merupakan bentuk pengelolaan limbah yang positif dan perlu terus dipertahankan,” ujar Serka Widodo.
Menurutnya, kesadaran pelaku usaha dalam mengelola limbah secara benar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum. Oleh karena itu, edukasi dan pembinaan kepada masyarakat akan terus dilakukan agar tercipta keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengelola limbah secara bertanggung jawab. Sungai yang bersih dan lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Serka Widodo juga menegaskan bahwa Subsektor 5 akan terus melakukan monitoring terhadap berbagai aktivitas usaha yang berpotensi menghasilkan limbah di wilayah Kecamatan Cileunyi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung terwujudnya DAS Citarum yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan monitoring, pembinaan, dan komunikasi sosial yang dilakukan secara rutin, Satgas Citarum Harum berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sehingga upaya pelestarian Sungai Citarum dapat berjalan secara optimal dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.****

