Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

DANSEKTOR 8 CITARUM HARUM KOLONEL INF MASRIEF AJAK MASYARAKAT JAGA LINGKUNGAN MELALUI PENANGANAN LAHAN KRITIS

YATIMAN
0

 


Majalahceo.com | Lembang – Satgas Citarum Harum Sektor 8 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanganan Lahan Kritis pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Aula Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, serta warga Desa Cikahuripan sekitar 120 orang.


Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam penanganan lahan kritis di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Penanganan lahan kritis dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya bencana lingkungan seperti banjir, longsor, serta menurunnya kualitas sumber daya air.


Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yaitu mengenai penanggulangan lahan kritis. Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait, di antaranya Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Ibu Lismawati, Dansektor 8 Citarum Harum, Perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Bpk Pajar Abdullah, Perum Perhutani Bpk Diki Rizky, serta Kepala Desa Cibogo Bpk Abdul Syukur.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dansektor 8 Citarum Harum, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Camat Lembang Bpk Bambang Eko S, Kapolsek Lembang AKP Dana S, Danramil 0912/Lembang yang diwakili Peltu Amar, Kepala Desa Cibogo Bpk Abdul Syukur, Kepala Desa Cikahuripan Bpk Oman Hidayat, serta masyarakat Desa Cikahuripan.



Dalam penyampaiannya, Dansektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief menegaskan bahwa lahan kritis merupakan salah satu persoalan lingkungan yang harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kerusakan lahan dapat memberikan dampak besar terhadap keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.


“Lahan kritis merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang perlu menjadi perhatian bersama. Kerusakan lahan dapat mengakibatkan berkurangnya daya serap air, meningkatnya erosi dan sedimentasi, serta berpotensi menyebabkan banjir maupun longsor yang berdampak pada kehidupan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Masrief.


Ia menjelaskan bahwa Program Citarum Harum tidak hanya berorientasi pada kebersihan sungai semata, tetapi juga mencakup upaya menjaga dan memulihkan ekosistem dari wilayah hulu hingga hilir, termasuk melalui penanganan lahan kritis secara berkelanjutan.


“Program Citarum Harum tidak hanya berfokus pada kebersihan sungai, tetapi juga pada upaya menjaga dan memulihkan ekosistem di wilayah hulu hingga hilir, termasuk penanganan lahan kritis. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain melalui penghijauan, penanaman pohon, konservasi lahan, penguatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi seluruh pihak terkait,” jelasnya.


Lebih lanjut, Dansektor 8 menekankan bahwa keberhasilan dalam penanganan lahan kritis tidak dapat dilakukan oleh Satgas Citarum Harum saja, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat.



“Keberhasilan penanganan lahan kritis tidak dapat dilaksanakan oleh Satgas Citarum Harum semata. Diperlukan peran aktif pemerintah, aparat kewilayahan, pelaku usaha, komunitas, dan terutama masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Masrief juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar bagi keberlangsungan ekosistem.


“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan penebangan liar, menjaga kawasan resapan air, melakukan penghijauan, serta memanfaatkan lahan secara bijak dan berkelanjutan,” ungkapnya.


Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta berperan aktif dalam upaya penanganan lahan kritis. Dengan adanya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih baik, lestari, serta mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.***"

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
CEO INDONESIA NEWS