Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

Satgas Citarum Harum Intensifkan Pengawasan Limbah Industri di Majalaya, PT Indonesia Bakery Family Jadi Lokasi Monitoring

YATIMAN
0

 


Majalaya, Kabupaten Bandung – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah pencemaran Sungai Citarum terus dilakukan oleh Satgas Citarum Harum.


 Salah satunya melalui kegiatan pengawasan dan pengecekan limbah industri yang kali ini dilaksanakan di PT Indonesia Bakery Family yang berlokasi di Jalan Cicalengka–Majalaya, Kabupaten Bandung.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dansektor 2 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Dwi Krisyanto bersama jajaran Baops, Dansub 7 Majalaya, serta anggota Satgas Citarum Harum Sektor 2 Subsektor 7 Majalaya.



Dalam keterangannya, Kolonel Infanteri Dwi Krisyanto menyampaikan bahwa pengawasan limbah industri merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan seluruh perusahaan yang berada di wilayah DAS Citarum menjalankan pengelolaan limbah sesuai ketentuan dan tidak mencemari lingkungan.


“Hari ini kami melaksanakan kegiatan pengawasan limbah industri di PT Indonesia Bakery Family yang berada di Jalan Cicalengka–Majalaya, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas lingkungan dan memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara baik dan benar,” ujarnya.


Ia menjelaskan, dalam pengecekan tersebut ditemukan adanya sludge atau endapan limbah yang pada dasarnya bukan termasuk kategori limbah B3. Namun karena tercampur dengan sisa-sisa bahan baku produksi roti, limbah tersebut berpotensi berubah menjadi limbah B3 dan menimbulkan bau tidak sedap.



“Di sini sludge yang seharusnya bukan B3 menjadi B3 karena adanya sisa-sisa limbah dari bahan baku roti. Hal itu terlihat ketika limbah mulai menimbulkan bau. Ini tentu menjadi perhatian bersama karena apabila tidak ditangani dengan baik dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.


Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada limbah cair, tetapi juga bagaimana pengelolaan sisa produksi dapat dilakukan secara tepat agar tidak memunculkan pencemaran udara maupun gangguan bagi masyarakat sekitar.


Karena itu, Satgas Citarum Harum terus mendorong perusahaan untuk melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah serta mencari solusi terbaik agar aroma tidak sedap dari limbah tidak keluar ke lingkungan sekitar.


“Kita mencari solusi agar bau ini tidak keluar dan tidak mempengaruhi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Yang terpenting adalah adanya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah pencemaran sejak dini,” katanya.


Selain melakukan pengecekan terhadap area pengolahan limbah, tim Satgas juga melakukan pemeriksaan terhadap outlet atau saluran akhir pembuangan limbah perusahaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, kualitas outlet dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk hasil outlet yang kami cek, alhamdulillah sudah sesuai. Kami berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga tidak menimbulkan pencemaran terhadap aliran Sungai Citarum,” tambahnya.


Dansektor 2 juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, serta Satgas Citarum Harum dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan yang ada di lapangan.


Ia berharap seluruh perusahaan yang berada di kawasan industri sekitar Majalaya memiliki komitmen yang sama dalam menjaga lingkungan dan menjalankan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.


“Kami berharap komunikasi tetap berjalan dengan baik. Setiap permasalahan yang ada di lapangan harus dicarikan solusi bersama agar limbah industri tidak mencemari Sungai Citarum,” tegasnya.


Program Citarum Harum sendiri merupakan upaya terpadu dalam pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, pelaku industri hingga masyarakat. Melalui kegiatan pengawasan rutin seperti ini, diharapkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
CEO INDONESIA NEWS