Majalahceo.com | Kabupaten Bandung,-Dalam rangka mendukung percepatan penanganan kerusakan lingkungan dan pemulihan kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Satgas Citarum Harum Sektor-1 melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan lahan kritis di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Kertasari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga sekitar kawasan hulu Sungai Citarum.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Dansektor-1 Citarum Harum, Makmur Siagian, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan KPH Bandung Selatan.
Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan dan penanganan lahan kritis, kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan, serta upaya penanganan kawasan hulu Sungai Citarum di wilayah KPH Bandung Selatan.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Makmur Siagian menegaskan bahwa penanganan lahan kritis merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Sungai Citarum. Menurutnya, kerusakan lahan di kawasan hulu akan berdampak langsung terhadap kualitas air, potensi bencana longsor, hingga menurunnya produktivitas lingkungan dan pertanian masyarakat.
“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah hulu Citarum. Penanganan lahan kritis tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah atau TNI, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kolonel Inf Makmur Siagian.
Ia juga menyampaikan bahwa program rehabilitasi lahan dan penghijauan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Program Citarum Harum sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara bijak dan tetap memperhatikan aspek konservasi. Penanaman pohon, menjaga kawasan resapan air, serta mengurangi pembukaan lahan yang tidak terkendali menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian alam,” tambahnya.
Selain itu, Dansektor-1 juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan di kawasan hulu Sungai Citarum.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Asep R. Taufik, menyampaikan materi mengenai kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem di Jawa Barat.
Sedangkan perwakilan KPH Bandung Selatan, Waka Hari, memaparkan langkah-langkah teknis penanganan kawasan hulu Sungai Citarum serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan lahan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat Kecamatan Kertasari semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum demi terciptanya ekosistem yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.****


