Sumber : https://wayansupadno.com/2023/06/15/nyalinya-tinggal-seutas-tali/
_Ilmu hikmah_
Wayan Supadno.
Gara - gara judul artikel saya 2 hari ini nuansanya ajakan jadi pengusaha. Selama 2 hari ini pula, banyak sahabat sesama member medsos pada japri saya. Umumnya curhat. Hal usahanya dan luapan keinginannya jadi pengusaha tapi ragu melangkah.
Karena tidak tahu caranya. Mau mengawali dari mana. Butuh modal berapa banyak minimalnya agar usaha bisa jalan lancar jaya. Ada lagi, chat nya sampai panjang tiada henti, ujungnya harapan itu bagai tinggal seutas tali saja. Karena gagal, gagal dan gagal lagi.
Saya melayani semampunya. Mana tahu jadi jawaban yang bermanfaat, lalu yang bersangkutan kelak sukses jadi " Insan Legendaris " di tengah masyarakatnya. Harum namanya sepanjang zaman. Hanya karena benih kecil ilmu yang saya taburkan.
1. Harus punya modal berapa ratus juta agar bisa punya usaha pertanian integrasi peternakan inovatif ekonomi sirkular nol limbah ?
Memangnya kalau punya modal banyak otomatis langsung bisa jadi pengusaha sukses. Tinggal pilih mana memakai sepeda motor seadanya atau Harley Davidson, kalau mau belajar jadi pembalap yang berpotensi motornya jatuh rusak. Pada fase masih belajar.
2. Sudah 7 kali ganti usaha menjalani dengan kesungguhan, kenapa tak kunjung sukses juga. Padahal ingin sekali bisa jadi pengusaha cipta lapangan kerja membantu para pengangguran. Apa sebabnya ?
Sesungguhnya, jadi pengusaha memang teramat sulit. Itulah sebabnya jumlah pengusaha di Indonesia hanya 3,41% dari penduduknya (Menkop UKM). Idealnya minimal 5%. Sulit karena filternya banyak yaitu gagal dan gagal, biaya besar sebagai SPP Kuliah Nyata Berbisnis.
3. Saya sudah punya ilmu bisnis karena lulusan pascasarjana S2 dan ekonomi orang tua cukup. Tapi saya takut jadi pengusaha. Tapi juga ingin sekali. Faktanya sudah 6 tahun jadi karyawan saja. Bagaimana solusinya ?
Semua profesi terhormat. Asal bermanfaat bagi orang lain dan cukup buat keluarga dengan cara halal terhormat. Kalau mimpinya jadi pengusaha, tapi tanpa diawali hanya dipahami dan dipikirkan saja. Sampai kiamat, tidak terwujud. Pengusaha adalah praktisi (mempraktikkan).
4. Pak WS/Pak Tani dari keluarga Transmigrasi bisa jadi seperti saat ini. Padahal berulang kali gagal dan bangkrut. Apa karena Perwira Militer lalu dapat banyak kemudahan berusaha ?
Sejujurnya, saya sangat bersyukur jadi Perwira Militer. Sangat besar pengaruhnya bagi mental saya. Menjaga nama baik atau kepercayaan. Banyak juga militer yang lainnya, bukan karena itu. Warisan Orang Tua paling bernilai adalah diri kita. Bukan harta atau pangkat jadi modal usaha.
Prinsip, berbisnis berarti " mempraktikkan " ilmu pengetahuan teknologi inovasi bersamaan dengan investasi. Bisnis, ilmunya ketemu jika dijalani (tinemune ilmu kanthi laku). Terus dijalankan mencari keseimbangan agar tegak tidak roboh. Bermanfaat bagi orang lain.
Jika sudah seimbang akan tegak dan jalan. Tahu diri, sudah diberi lebih oleh-Nya, dari apa yang diminta dulunya. Jangan sampai, " Sejatine wis diujo kok ora rumongso, yen katrimo wis kamulyo ".
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630
