Majalahceo.com | Lembang – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menekan pencemaran di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Satgas Citarum Harum Sektor 8 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Kohe Sapi, Kamis (21/05/2026), bertempat di Meeting Room Villa Osmond, Kampung Gunung Putri RT 02 RW 10, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat kewilayahan, serta para peternak sapi binaan KPSBU Lembang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya peternak sapi, mengenai pentingnya pengelolaan limbah kohe sapi secara baik dan benar agar tidak mencemari lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DKPP Provinsi Jawa Barat, Dansektor 8 Citarum Harum, perwakilan KPSBU Lembang, Camat Lembang yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Kapolsek Lembang, Danramil 0912/Lembang yang diwakili Peltu Amar, Kepala Desa Cibogo, Kepala Desa Cikahuripan, serta sekitar 120 peternak sapi binaan KPSBU Lembang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber memberikan materi terkait penanggulangan limbah kohe sapi, di antaranya perwakilan DKPP Provinsi Jawa Barat Ibu Hany, Dansektor 8 Citarum Harum, perwakilan KPSBU Lembang Bapak Ramdan, Kepala Desa Cibogo Bapak Abdul Syukur, serta Kepala Desa Cikahuripan Bapak Oman.
Dansektor 8 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Masrief, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pengelolaan limbah peternakan menjadi salah satu perhatian serius dalam mendukung keberhasilan program Citarum Harum. Menurutnya, limbah kohe sapi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama apabila dibuang langsung ke aliran sungai.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dan para peternak agar lebih peduli terhadap lingkungan. Limbah kohe sapi jangan dipandang sebagai sampah semata, tetapi harus bisa dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti pupuk organik maupun produk lain yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Kolonel Infanteri Masrief.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah, aparat kewilayahan, kelompok peternak, maupun masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung upaya pemulihan DAS Citarum.
Selain penyampaian materi mengenai dampak limbah kohe sapi terhadap lingkungan, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata cara pengelolaan limbah yang baik dan ramah lingkungan, termasuk pemanfaatannya menjadi pupuk organik yang bernilai guna dan memiliki manfaat ekonomis bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para peternak sapi di wilayah Lembang semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah secara tepat sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung keberlangsungan program Citarum Harum.***



